TAKE RISK IN YOUR LIFE ...
(Mengambil resiko dalam kehidupan anda)
Hari ini saya menerima kabar dari seorang teman, sebut saja namanya Ardi. Dia diterima di sebuah program D3 Bea Cukai di STAN dan S1 management di sebuah universitas ternama.
Kalau ambil STAN dia pasti akan mendapat pekerjaan nantinya.
Kalau mengambil management dia takut bahwa nanti susah dapat pekerjaan setelah lulus.
Dia bertanya manakah yang harus dia pilih.
Di kantor saya ada seorang teman bernama Tari. Tari sudah 5 tahun menjabat pekerjaannya.
Kemudian bossnya menawarkan promosi satu level lebih tinggi tetapi di bidang yang baru dan dia harus belajar lagi.
Tari takut mengambil posisi itu karena Tari tidak berani mengambil resiko.
Di tempat yang lama Tari sudah tahu dia pasti berhasil.
Ardi dan Tari mempunyai masalah yang sama. Dua duanya takut mengambil resiko. Dua duanya takut gagal.
Padahal resiko adalah sesuatu yang harus kita ambil kalau kita mau maju dan sukses.
Semuanya beresiko.
Sebenarnya mengapa sih kita takut mengambil resiko?
- Takut gagal
- Takut dengan ketidakpastian
- Takut dengan apa yang orang omongkan kepada kita
Padahal banyak sekali lho keuntungan yang kita dapat dari mengambil resiko ....
1) Melawan ketakutan (menghadapi kegagalan)
Percaya deh, kalau semakin takut ya kita akan terus ngeper aja. Dan gak akan maju maju.
Kalau kita semakin berani menhambil resiko, akhirnya pelan pelan ketakutan menjauhi kita.
2) Personal growth
Keberanian mengambil resiko akan membuat kita makin maju dan berkembang dalam karier dan hidup kita.
3) Discover unknown oppprtunity
Akan begitu banyak kesempatan yang datang sesuai dengan keberanian kita mengambil resiko.
4) Pursue your dream
Untuk mengejar mimpi dan cita cita kita, kita harus mengambil resiko.
5) Keep you from regret (Of not trying)
Kalau kita tidak pernah berani, suatu saat kita pasti akan menyesal. Karena dengan tidak berani mengambil resiko, berarti kita tidak akan maju maju.
Ingat ...prinsip-prinsip ini baik baik ...
1. If you always do the same things in your life, you will always end up getting the same things.
Kalau anda menginginkan lebih banyak, anda harus siap untuk melakukan yang berbeda.
Berbeda belum tentu akan mendapatkan yang lebih baik. But that's exactly the definition of risk. If you always do the same things, there is no possibility of getting anything different (better).
2. The excitement is not only in the destination, but also during the journey ...
Perjalanan mencapai kesuksesan memang akan mengalami naik turun. Kadang senang., happy, tersenyum dan tertawa. Tetapi kadang kadang juga sedih, sulit, nyengir dan nangis. That s why it is fun. Enjoy. Without them, your life will be boring. Membosankan. Tetapi terutama, anda tidak akan belajar dan tidak akan improve. Enjoy the ride !
3. Sometimes opportunities knocks , but often they don't come. You have to work hard and menjemput semua opportunity yang mungkin tidak akan pernah kelihatan kalau anda tidak bekerja keras mencarinya.
Berusahalah. Bekerja keraslah. Dan carilah opportunity yang akan mengubah hidup anda. Success will come when preparations meet opportunities.
You have to hard to prepare yourself and when you meet good opportunities, you will achieve great success.
4. Take risk will bring to new reality that you did not know it exists....
Mengambil resiko seringkali membawa kita pada new reality dan new opportunity yang kita bahkan tidak tahu sebelumnya.
Take risk, explore new things, learn and enjoy.
Kadang kadang it hurts, but more often, you will enjoy it.
5. The key is the word FLAN. Flexible Plan.
Tetap buatlah plan dalam hidup anda tapi bersiap siaplah untuk flexible dan mengubah plan anda sendiri.
Dunia berubah begitu cepat, jadi kuncinya adalah:
1) Learn the trend in the future
2) Make a plan
3) Execute with discipline
4) Continue to learn about the future trend.
5) Be flexible. Be ready to change your plan, if neeeded.
Selamat mencoba dan menikmati risk-taking adventure.
Salam Hangat
it is about creating learning processes
Thursday, August 4, 2016
Wednesday, March 16, 2016
Berubah Atau Terbakar ?!
Berubah Atau Terbakar?!
Hari ini salah satu bank terbesar di Belanda memPHK 550 orang tellernya. Ini terjadi karena meningkatnya transaksi online, bahkan teller rencananya digantikan dengan robot. Kemudian di hari yang sama pengemudi angkutan umum mengadakan demo besar-besaran di depan Balai Kota Pempov DKI, dengan alasan terjadinya persaingan yang tidak sehat antara angkutan resmi dan angkutan via online. Dengan dasar aplikasi online semua orang bisa mengangkut penumpang, tanpa mengajukan ijin resmi kepada Dishub. Ternyata pemesanan angkutan via online membuat tidak nyaman penghasilan angkutan resmi.
Pusat grosir terbesar di Indonesia Tanabang, saat ini sudah mulai sepi. Kios-kios yang harga sewanya per tahun hingga ratusan juta sudah tidak seramai dulu. Pengunjung malas berkunjung karena penuh sesak, tempat terlalu luas. Alasan paling utama karena bisa beli via online, tinggal buka web, pilih langsung klik dan pesan via online ngga perlu repot-repot.
Hari ini juga aplikasi online gratis yang menghubungkan antara agen property dengan developer property di launching, namanya PROJEK. Aplikasi ini terinspirasi dari GOJEK yang sudah mewabah di bumi pertiwi. Sedehana, aplikasi PROJEK dengan tagline EVERYBODY CAN SELL, ingin mengatakan bahwa semua orang bisa menjadi pedagang, penjual apapun profesi utamanya. Cukup mengunduh aplikasinya dan ikuti instruksi yang ada. Fee yang diterima oleh agen pun juga sudah tertera di aplikasi tersebut.
Fenomena yang terjadi saat ini di dunia sudah mengalami perubahan. ”Dunia semesta semakin mendekat, semakin menempel satu sama lain” kata Jenny M. Xue, kolumnis terkenal yang sering mengisi di kolom Tabloid Kontan. Dunia digital marketing membawa orang semakin serasa lebih kenal, lebih dekat, lebih berani terbuka, lebih berani membangun personal branding.
Dan ternyata bukan hanya fenomena tetapi kenyataan yang akan dihadapi terus menerus. Dari Dunia Iterasi yang selalu melakukan repetisi, lanjut ke Dunia Innovasi dan sekarang ke Dunia Terdisrupsi. Kata lainnya DOING THE NEW THING THAT MAKE THE OLD ONES OBSOLOTE. Ini yang dijelaskan oleh Prof Rhenald Kasali saat launching aplikasi PROJEK.
Fungsi karyawan yang hanya mencari nafkah berangkat pagi pulang malam, sedikit demi sedikit sudah tergantikan dengan “disruption teknologi”. Peluang bisnis makin zigzag, makin lentur bak roller coaster. Masyarakat “miskin modal” dengan ide brilian bukan halangan mendapatkan penghasilan unlimite. Dunia mengakui, angel investor bergerak smooth, they want origin idea, yang memberikan solusi bagi dunia. Ide tidak hanya mengalir dari para kapitalis ringkih tapi dari “anak muda” yang disebut Gen C (Rhenald Kasali mode on), yang melakukan gebrakan ide yang tak butuh tempat yang ajeg. Cyber place is the new place mengkolaborasi ide, bahkan generasi Jelita (Jelang Lima Puluh Tahun) pun nggak mau kalah. Biar umur sudah Jelita, tapi ide2 masih “muda”. Aplikasi PROJEK diendorse oleh mereka.
Prinsipnya sekarang dunia sudah berubah. Secara nilai-nilai yang ajeg kita tetap harus pertahankan. Tetapi perangkat, tools, media yang ada, harus sudah menjadi fokus kita ke depan. Melek teknologi, mensinergikan ide dengan tools tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para entrepreneurs. Ada banyak peluang-peluang make money dari disruption era ini. Mental block bahwa menjadi karyawan pilihan adalah yang paling nyaman untuk saat ini sebaiknya sudah mulai diubah. Ke depan peran–peran pelayanan berulang-ulang sudah tergantikan. Gate Tol saja sudah pakai E-Money. Mungkin beberapa tahun ke depan petugas pintu Tol sudah menghilang. So apa yang harus kita lakukan ke depannya :
1. Merubah Mindset
Ubah pola pikir kita tentang dunia ini. Kita hidup buat makan atau makan untuk hidup? Nilai-nilai ketauhidan merubah mindset kita tentang hidup. Kalau hidup hanya bertujuan untuk menyambung hidup, tidak akan ada kemuliaan di situ. Kata Nabi saw: “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Merubah mindset akan merubah persepsi kita tentang dunia. Berbisnis adalah “MENCARI SOLUSI”. Membangun bisnis tujuannya memberikan solusi. Mark Zuckerberg membuat Facebook, tujuannya ingin menghubungkan antara manusia satu dengan lainnya dalam satu plattform yang sama. Google membuat mesin pencari ingin memudahkan orang dalam mengorek informasi. Aplikasi GOJEK dibuat ingin memudahkan orang dalam memesan kendaraan. Jadi ubah mindset kita tentang uang.
2. Akrab dengan teknologi
Hari ini puluhan media sosial sudah bertebaran di jagat maya. Dunia semakin dekat, menempel satu sama lain. Sudah saatnya keluhan kita terhadap gadget yang makin “menggila” ini di sudahi. Belajarlah pelan-pelan bagaimana menggunakan medsos di lini online ini. Pelajari baik-baik dan bijak. Banyak training-training dadakan dari komunitas-komunitas yang bisa diikuti. Semakin cepat kita belajar semakin mudah kita memahami dunia ini.
3. Personal Branding
Make Your Own Idea. Dunia yang serba menempel telah “menelanjangi semua orang”. Konsisten dan komitmen satu-satunya jalan dalam meleverage personal branding. Jadilah diri sendiri, eksplore dengan baik, fokus pada apa yang menjadi kelebihan, tebar aura positif, buat apa adanya.Training-training motivasi dapat menambah “energi postif kita dalam menaikkan kepercayaan diri dan memelihara motivasi
4. Bussines Model
Di sini letak leverage make money. Mulai mencoba membangun ide-ide kreatif dalam mengeksplore ide. Jadilah part of solution, dokumentasikan, perbaiki, lakukan penetrasi, banyak belajar, banyak silaturahmi, banyak ide-ide yang keluar hingga disruption era tampak indah di depan mata.
5. Berkomunitas
Hari gini masih Jomblo??Eeh masih bisnis sendiri-sendiri??? Zaman sekarang zaman kolaborasi, zaman partisipasi. Komunitas bisnis, komunitas ide, komunitas hobby merubah persepsi kita tentang mencari modal yang mahal itu. Contoh simpel saja: ada kawan butuh modal untuk akuisisi lahan property ratusan juta. Dengan membroadcast hitung2an modal, keuntungan dalam satu menit langsung anggota komunitas merespon untuk membiayai. Ngga perlu presentasi yang serba ribet, sulit, atraktif. Hal ini terjadi karena barrier koginitif dan afektif sudah selesai, sehingga anggota langsung menyambut tanpa perlu banyak tanya. Dengan berkomunitas personal branding akan lebih mudah dibuat.
6. Jurus Marketing Langitan
Ingat..!! Aksi-aksi philantropis akan membuat kita semakin bijak, hummble, berdaya guna. Berbagi tidak akan mengurangi porsi rejeki malah rezeki semakin menjadi-jadi.
7. Action-action-action
Jangan pernah bosan. Hidup di dunia hanya sekali. Berikan yang terbaik kepada diri Anda, orang sekitar, lingkungan hingga agama, bangsa dan negara. Lakukan aksi dan aksi, evaluasi, perbaharui diri, berfikir positif. Semoga Allah memudahkan langkah kita.
Sekelumit untuk berbagi, selalu bertindak optimis, hati-hati dan berusaha sukses dalam kemuliaan.
—–SALAM BERBAGI—–
RUDI SAHPUTRA, S.Si.
Ketua Klub Properti TDA Depok
Hari ini salah satu bank terbesar di Belanda memPHK 550 orang tellernya. Ini terjadi karena meningkatnya transaksi online, bahkan teller rencananya digantikan dengan robot. Kemudian di hari yang sama pengemudi angkutan umum mengadakan demo besar-besaran di depan Balai Kota Pempov DKI, dengan alasan terjadinya persaingan yang tidak sehat antara angkutan resmi dan angkutan via online. Dengan dasar aplikasi online semua orang bisa mengangkut penumpang, tanpa mengajukan ijin resmi kepada Dishub. Ternyata pemesanan angkutan via online membuat tidak nyaman penghasilan angkutan resmi.
Pusat grosir terbesar di Indonesia Tanabang, saat ini sudah mulai sepi. Kios-kios yang harga sewanya per tahun hingga ratusan juta sudah tidak seramai dulu. Pengunjung malas berkunjung karena penuh sesak, tempat terlalu luas. Alasan paling utama karena bisa beli via online, tinggal buka web, pilih langsung klik dan pesan via online ngga perlu repot-repot.
Hari ini juga aplikasi online gratis yang menghubungkan antara agen property dengan developer property di launching, namanya PROJEK. Aplikasi ini terinspirasi dari GOJEK yang sudah mewabah di bumi pertiwi. Sedehana, aplikasi PROJEK dengan tagline EVERYBODY CAN SELL, ingin mengatakan bahwa semua orang bisa menjadi pedagang, penjual apapun profesi utamanya. Cukup mengunduh aplikasinya dan ikuti instruksi yang ada. Fee yang diterima oleh agen pun juga sudah tertera di aplikasi tersebut.
Fenomena yang terjadi saat ini di dunia sudah mengalami perubahan. ”Dunia semesta semakin mendekat, semakin menempel satu sama lain” kata Jenny M. Xue, kolumnis terkenal yang sering mengisi di kolom Tabloid Kontan. Dunia digital marketing membawa orang semakin serasa lebih kenal, lebih dekat, lebih berani terbuka, lebih berani membangun personal branding.
Dan ternyata bukan hanya fenomena tetapi kenyataan yang akan dihadapi terus menerus. Dari Dunia Iterasi yang selalu melakukan repetisi, lanjut ke Dunia Innovasi dan sekarang ke Dunia Terdisrupsi. Kata lainnya DOING THE NEW THING THAT MAKE THE OLD ONES OBSOLOTE. Ini yang dijelaskan oleh Prof Rhenald Kasali saat launching aplikasi PROJEK.
Fungsi karyawan yang hanya mencari nafkah berangkat pagi pulang malam, sedikit demi sedikit sudah tergantikan dengan “disruption teknologi”. Peluang bisnis makin zigzag, makin lentur bak roller coaster. Masyarakat “miskin modal” dengan ide brilian bukan halangan mendapatkan penghasilan unlimite. Dunia mengakui, angel investor bergerak smooth, they want origin idea, yang memberikan solusi bagi dunia. Ide tidak hanya mengalir dari para kapitalis ringkih tapi dari “anak muda” yang disebut Gen C (Rhenald Kasali mode on), yang melakukan gebrakan ide yang tak butuh tempat yang ajeg. Cyber place is the new place mengkolaborasi ide, bahkan generasi Jelita (Jelang Lima Puluh Tahun) pun nggak mau kalah. Biar umur sudah Jelita, tapi ide2 masih “muda”. Aplikasi PROJEK diendorse oleh mereka.
Prinsipnya sekarang dunia sudah berubah. Secara nilai-nilai yang ajeg kita tetap harus pertahankan. Tetapi perangkat, tools, media yang ada, harus sudah menjadi fokus kita ke depan. Melek teknologi, mensinergikan ide dengan tools tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para entrepreneurs. Ada banyak peluang-peluang make money dari disruption era ini. Mental block bahwa menjadi karyawan pilihan adalah yang paling nyaman untuk saat ini sebaiknya sudah mulai diubah. Ke depan peran–peran pelayanan berulang-ulang sudah tergantikan. Gate Tol saja sudah pakai E-Money. Mungkin beberapa tahun ke depan petugas pintu Tol sudah menghilang. So apa yang harus kita lakukan ke depannya :
1. Merubah Mindset
Ubah pola pikir kita tentang dunia ini. Kita hidup buat makan atau makan untuk hidup? Nilai-nilai ketauhidan merubah mindset kita tentang hidup. Kalau hidup hanya bertujuan untuk menyambung hidup, tidak akan ada kemuliaan di situ. Kata Nabi saw: “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Merubah mindset akan merubah persepsi kita tentang dunia. Berbisnis adalah “MENCARI SOLUSI”. Membangun bisnis tujuannya memberikan solusi. Mark Zuckerberg membuat Facebook, tujuannya ingin menghubungkan antara manusia satu dengan lainnya dalam satu plattform yang sama. Google membuat mesin pencari ingin memudahkan orang dalam mengorek informasi. Aplikasi GOJEK dibuat ingin memudahkan orang dalam memesan kendaraan. Jadi ubah mindset kita tentang uang.
2. Akrab dengan teknologi
Hari ini puluhan media sosial sudah bertebaran di jagat maya. Dunia semakin dekat, menempel satu sama lain. Sudah saatnya keluhan kita terhadap gadget yang makin “menggila” ini di sudahi. Belajarlah pelan-pelan bagaimana menggunakan medsos di lini online ini. Pelajari baik-baik dan bijak. Banyak training-training dadakan dari komunitas-komunitas yang bisa diikuti. Semakin cepat kita belajar semakin mudah kita memahami dunia ini.
3. Personal Branding
Make Your Own Idea. Dunia yang serba menempel telah “menelanjangi semua orang”. Konsisten dan komitmen satu-satunya jalan dalam meleverage personal branding. Jadilah diri sendiri, eksplore dengan baik, fokus pada apa yang menjadi kelebihan, tebar aura positif, buat apa adanya.Training-training motivasi dapat menambah “energi postif kita dalam menaikkan kepercayaan diri dan memelihara motivasi
4. Bussines Model
Di sini letak leverage make money. Mulai mencoba membangun ide-ide kreatif dalam mengeksplore ide. Jadilah part of solution, dokumentasikan, perbaiki, lakukan penetrasi, banyak belajar, banyak silaturahmi, banyak ide-ide yang keluar hingga disruption era tampak indah di depan mata.
5. Berkomunitas
Hari gini masih Jomblo??Eeh masih bisnis sendiri-sendiri??? Zaman sekarang zaman kolaborasi, zaman partisipasi. Komunitas bisnis, komunitas ide, komunitas hobby merubah persepsi kita tentang mencari modal yang mahal itu. Contoh simpel saja: ada kawan butuh modal untuk akuisisi lahan property ratusan juta. Dengan membroadcast hitung2an modal, keuntungan dalam satu menit langsung anggota komunitas merespon untuk membiayai. Ngga perlu presentasi yang serba ribet, sulit, atraktif. Hal ini terjadi karena barrier koginitif dan afektif sudah selesai, sehingga anggota langsung menyambut tanpa perlu banyak tanya. Dengan berkomunitas personal branding akan lebih mudah dibuat.
6. Jurus Marketing Langitan
Ingat..!! Aksi-aksi philantropis akan membuat kita semakin bijak, hummble, berdaya guna. Berbagi tidak akan mengurangi porsi rejeki malah rezeki semakin menjadi-jadi.
7. Action-action-action
Jangan pernah bosan. Hidup di dunia hanya sekali. Berikan yang terbaik kepada diri Anda, orang sekitar, lingkungan hingga agama, bangsa dan negara. Lakukan aksi dan aksi, evaluasi, perbaharui diri, berfikir positif. Semoga Allah memudahkan langkah kita.
Sekelumit untuk berbagi, selalu bertindak optimis, hati-hati dan berusaha sukses dalam kemuliaan.
—–SALAM BERBAGI—–
RUDI SAHPUTRA, S.Si.
Ketua Klub Properti TDA Depok
Sunday, March 6, 2016
Your Strength can kill you .....
Your Strength can kill you .....
Seorang teman saya, sebut saja namanya Bintang, mengontak saya minggu yang lalu. Bintang bekerja di sebuah perusahaan minyak dan baru saja menyelesaikan kontraknya di luar negeri.
Biasanya dia selalu mengambil 2 tahun kontrak kerja.
Seringkali di akhir masa kerjanya Bintang punya 2-3 alternatives, memperpanjang kontraknya atau menandatangani kontrak baru di tempat lain.
Masalahnya kali ini dunia oil and gaz sedang dilanda krisis. Jadi kontraknya tidak diperpanjang. Dan pulanglah dia ke tanah air. Ternyata industry oil and gaz juga mengalami situasi yang sama di sini. Mereka juga sedang sangat fokus pada efiensi dan mungkin harus mempertimbangkan untuk merumahkan karyawan karyawan mereka.
Jadi Bintang pun kesulitan mendapatkan pekerjaan yang baru.
Padahal a career in oil and gaz is all his life.
Dia tidak pernah mempertimbangkan untuk bekerja di industry lain atau bahkan dia juga tidak pernah belajar apapun selain di industry itu.
Jadi sekarang Bintang makin kesulitan mendapatkan pekerjaan, meskipun tadinya he was considered as one of the super talent in oil and gaz indutstry (makanya kontraknya selalu diperpanjang terus
, dengan kenaikan gaji yang lumayan pula).
Bintang pun galau dan kebingungan apa yang harus dilakukan?
Kasus Bintang adalah kasus klasik di mana seseorang (atau sebuah organisasi) merasa mempunyai strength yang hebat, dan kemudian berhenti belajar dan menganggap bahwa strength itu bisa menjadi modal kuat untuk seumur hidupnya.
Saya mempelajari itu sejak kecil. Tetangga saya adalah seorang penjual kain dan mempunyai kios di pasar. Sebut saja namanya Pak Jatmiko. Pak Jatmijo selalu ke Pasar Klewer di Solo setiap beberapa minggu sekali. Kemudian Pak Jatmiko akan menjual kain di pasar. Pelanggannya adalah para pembeli kain yang kemudian akan pergi ke penjahit untuk menjahitkan kain tersebut menjadi baju sesuai selera mereka.
Pak Jatmiko mempunyai good understanding kain dengan corak mana yang akan disukai pelanggannya. Dia juga mempunyai communication skills yang baik untuk berhubungan dengan pelanggannya.
Dengan strength itu pak Jatmiko menjadi pedagang yang berhasil dan dia pun menjadi salah satu orang terkaya di kampung kami.
Sampai suatu saat ........
Orang orang di kampung kami mulai malas menjahitkan baju. Mereka mulai tidak sabar.
Mereka mulai beralih ke membeli baju jadi yang sudah siap dipakai.
Pak Jatmiko tidak berfikir ke sana karena dia selalu berfikir bahwa dia adalah penjual kain.
Akibatnya bisnisnya pun pelan pelan menurun drastis. Dan dari predikat sebagai salah satu orang terkaya akhirnya pendapatannya pub turun drastis.
Apakah anda melihat similarity antara kasusnya Bintang dan kasusnya Pak Jatmiko.
Dua-duanya adalah kasus di mana orang terlalu percaya dengan strengthnya tetapi akhirnya karietnya harus mati pelan pelan .
Dan itu ternyata tidak hanya berlaku bagi individu. Itu juga berlaku bagi organisasi atau perusahaan.
Kodak mati pelan pelan karena mereka terlalu percaya pada strength mereka (kemampuan membuat tinta cetak foto yang bagus), padahal orang orang lama lama tidak mencetak foto lagi.
Pada saat mereka telat untuk mengubah diri mereka pun mati pelan pelan.
Nokia Mobile Phone (perusahaan yang membesarkan dan mmendidik saya selama 12 tahun awal karier saya), juga mengalami nasib tragis.
Mereka mempunyai strength di voice quality of the phone and user friendly of the menu.
Tetapi pada saat orang tidak lagi menggunakan hanphone untuk menelpon dan lebih suka browsing and messaging, they lost their competitive advantage and business performance nya pun turun menukik tajam.
Juha Akras, HR leader mereka, dalam sebuah interview dengan Business week menyatakan bahwa yang Nokia hadapi waktu itu adalah "ignorance complacency" dan bukanlah "arrogant complacency".
Still, it was a compacency case kan?
Tidak semua organisasi gagal. Ada juga yang berhasil.
IBM berhasil mengubah dirinya dari sebuah product company (mainframe) menjadi service company (consulting service ... dll).
Gerai-gerai Fuji Image Plaza yang tidak relevant lagi (karena orang tidak mencetak foto lagi), berubah menjadi 7-Eleven, atau Sevel kata anak-anak muda sekarang. And now they are even more succesfull.
So it is difficult but it is not impossible.
Mungkin dilakukan sih.
Seperti kita yang terbiasa menulis dengan tangan kanan (dan itu menjadi strength kita), ternyata suatu saat kita kecelakaan dan tangan kanan kita patah.
Touch the wood, and hope it will never happen.
Still, seandainya itu terjadi, dan ternyata kita tidak pernah belajar menulis dengan tangan kiri, we will really be in the deep shit, kan?
What is the learning lesson.
Mbok ya kadang kadang belajar menulis dengan tangan kiri?
(Atau sebaliknya, kalau anda kidal).
Apakah anda harus menunggu untuk patah tangan baru belajar menulis dengan tangan kiri?
Apakah perusahaan harus menunggu untuk bangkrut dulu dan baru mencari capability yang baru?
Apakah anda harus kehilangan pekerjaan dan kesulitan mencari pekerjaan baru sebelum anda mempelajari skills yang lain?
Learn to write with both hands.
If one hand cannot write well, practice then.
Learn the new skills for your career, they might save your life!
Jadi bagaimana dong.
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa anda terapkan.
1) Follow the global trend.
What is happening and what will be happen in the future.
Issue issue green environment sudah ditiupkan sejak tahun 1980-an. Di Eropa malah sudah banyak Partai Politik yang green.
Sejak saat itu ....
Tinggal menunggu waktunya bahwa harga minyak akan jatuh.
Dan ini berlaku dalam semua industry.
Kalau anda di dunia photography anda harus ya sudah mengamati bahwa jumlah photo yang dicetak makin lama makin turun.
Kalau anda di banking industry, mestinya anda mengamati bahwa jumlah pelanggan yang pergi ke branch makin sedikit, karena mereka lebih suka menggunakan ATM, digital banking atau mobile banking.
Observe what happen in your industry. Observe what happen with consumer behavior.
2) Identify what are the potential gaps.
Based on your observation, identify what are the new skills that you need to learn.
Pak Djatmiko mungkin harus mengubah bisnisnya menjadi toko pakaian jadi.
Kodak mungkin harus mengembangkan organizational capability dalam digital and software.
What are the new skills that you need to learn?
3) Learn again.
Pelajarilah hal baru tersebut. Make it become a priority.
Mungkin ada yang lebih suka olahraga berlari daripada berenang. Tapi kalau suatu saat anda tenggelam di sungai atau di pantai, anda akan bersyukur bahwa anda pernah belajar berenang.
Mungkin anda enjoy dan hobby mempelajari skills yang berhubungan dengan pekerjaan anda yang sekarang. But you never know, a new skills can save your career and your life in the future.
4) Build your network.
Again, enhance your network with people not only from your industry, but from other indistry. You will learn more information. And they can share more knowledge when you need them.
Sometimes, when you will need job, they can safe your life.
5) Consider carefuy if you want to stay in this job our change your career.
After looking at the trend and you develop your competences, you need to carefully analyze if you want to stay or you want to move with a new career.
I left Nokia during the glory time, and I got 3 job offers.
I would have more difficulty in finding new jobs if they were already in big difficulty.
I moved from Telco industry to Banking industry 3 years ago.
The timing is everything.
Dont follow Bintang where he only try to find new job when he lost his job.
Actually the best time to find a job is when you still have a job, and you perform well in that job. You will have a strong bargaining and negotiation power.
Jadi kemampuan anda membaca situasi dan mengambil keputusan yang tepat pada saat yang tepat adalah satu hal yang akan menyelamatkan karier dan hidup anda .
Remember, your strength can kill your ( or your career).
So you better have a plan B to save your career (and your life).
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
HR Head Citibank
Seorang teman saya, sebut saja namanya Bintang, mengontak saya minggu yang lalu. Bintang bekerja di sebuah perusahaan minyak dan baru saja menyelesaikan kontraknya di luar negeri.
Biasanya dia selalu mengambil 2 tahun kontrak kerja.
Seringkali di akhir masa kerjanya Bintang punya 2-3 alternatives, memperpanjang kontraknya atau menandatangani kontrak baru di tempat lain.
Masalahnya kali ini dunia oil and gaz sedang dilanda krisis. Jadi kontraknya tidak diperpanjang. Dan pulanglah dia ke tanah air. Ternyata industry oil and gaz juga mengalami situasi yang sama di sini. Mereka juga sedang sangat fokus pada efiensi dan mungkin harus mempertimbangkan untuk merumahkan karyawan karyawan mereka.
Jadi Bintang pun kesulitan mendapatkan pekerjaan yang baru.
Padahal a career in oil and gaz is all his life.
Dia tidak pernah mempertimbangkan untuk bekerja di industry lain atau bahkan dia juga tidak pernah belajar apapun selain di industry itu.
Jadi sekarang Bintang makin kesulitan mendapatkan pekerjaan, meskipun tadinya he was considered as one of the super talent in oil and gaz indutstry (makanya kontraknya selalu diperpanjang terus
, dengan kenaikan gaji yang lumayan pula).
Bintang pun galau dan kebingungan apa yang harus dilakukan?
Kasus Bintang adalah kasus klasik di mana seseorang (atau sebuah organisasi) merasa mempunyai strength yang hebat, dan kemudian berhenti belajar dan menganggap bahwa strength itu bisa menjadi modal kuat untuk seumur hidupnya.
Saya mempelajari itu sejak kecil. Tetangga saya adalah seorang penjual kain dan mempunyai kios di pasar. Sebut saja namanya Pak Jatmiko. Pak Jatmijo selalu ke Pasar Klewer di Solo setiap beberapa minggu sekali. Kemudian Pak Jatmiko akan menjual kain di pasar. Pelanggannya adalah para pembeli kain yang kemudian akan pergi ke penjahit untuk menjahitkan kain tersebut menjadi baju sesuai selera mereka.
Pak Jatmiko mempunyai good understanding kain dengan corak mana yang akan disukai pelanggannya. Dia juga mempunyai communication skills yang baik untuk berhubungan dengan pelanggannya.
Dengan strength itu pak Jatmiko menjadi pedagang yang berhasil dan dia pun menjadi salah satu orang terkaya di kampung kami.
Sampai suatu saat ........
Orang orang di kampung kami mulai malas menjahitkan baju. Mereka mulai tidak sabar.
Mereka mulai beralih ke membeli baju jadi yang sudah siap dipakai.
Pak Jatmiko tidak berfikir ke sana karena dia selalu berfikir bahwa dia adalah penjual kain.
Akibatnya bisnisnya pun pelan pelan menurun drastis. Dan dari predikat sebagai salah satu orang terkaya akhirnya pendapatannya pub turun drastis.
Apakah anda melihat similarity antara kasusnya Bintang dan kasusnya Pak Jatmiko.
Dua-duanya adalah kasus di mana orang terlalu percaya dengan strengthnya tetapi akhirnya karietnya harus mati pelan pelan .
Dan itu ternyata tidak hanya berlaku bagi individu. Itu juga berlaku bagi organisasi atau perusahaan.
Kodak mati pelan pelan karena mereka terlalu percaya pada strength mereka (kemampuan membuat tinta cetak foto yang bagus), padahal orang orang lama lama tidak mencetak foto lagi.
Pada saat mereka telat untuk mengubah diri mereka pun mati pelan pelan.
Nokia Mobile Phone (perusahaan yang membesarkan dan mmendidik saya selama 12 tahun awal karier saya), juga mengalami nasib tragis.
Mereka mempunyai strength di voice quality of the phone and user friendly of the menu.
Tetapi pada saat orang tidak lagi menggunakan hanphone untuk menelpon dan lebih suka browsing and messaging, they lost their competitive advantage and business performance nya pun turun menukik tajam.
Juha Akras, HR leader mereka, dalam sebuah interview dengan Business week menyatakan bahwa yang Nokia hadapi waktu itu adalah "ignorance complacency" dan bukanlah "arrogant complacency".
Still, it was a compacency case kan?
Tidak semua organisasi gagal. Ada juga yang berhasil.
IBM berhasil mengubah dirinya dari sebuah product company (mainframe) menjadi service company (consulting service ... dll).
Gerai-gerai Fuji Image Plaza yang tidak relevant lagi (karena orang tidak mencetak foto lagi), berubah menjadi 7-Eleven, atau Sevel kata anak-anak muda sekarang. And now they are even more succesfull.
So it is difficult but it is not impossible.
Mungkin dilakukan sih.
Seperti kita yang terbiasa menulis dengan tangan kanan (dan itu menjadi strength kita), ternyata suatu saat kita kecelakaan dan tangan kanan kita patah.
Touch the wood, and hope it will never happen.
Still, seandainya itu terjadi, dan ternyata kita tidak pernah belajar menulis dengan tangan kiri, we will really be in the deep shit, kan?
What is the learning lesson.
Mbok ya kadang kadang belajar menulis dengan tangan kiri?
(Atau sebaliknya, kalau anda kidal).
Apakah anda harus menunggu untuk patah tangan baru belajar menulis dengan tangan kiri?
Apakah perusahaan harus menunggu untuk bangkrut dulu dan baru mencari capability yang baru?
Apakah anda harus kehilangan pekerjaan dan kesulitan mencari pekerjaan baru sebelum anda mempelajari skills yang lain?
Learn to write with both hands.
If one hand cannot write well, practice then.
Learn the new skills for your career, they might save your life!
Jadi bagaimana dong.
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa anda terapkan.
1) Follow the global trend.
What is happening and what will be happen in the future.
Issue issue green environment sudah ditiupkan sejak tahun 1980-an. Di Eropa malah sudah banyak Partai Politik yang green.
Sejak saat itu ....
Tinggal menunggu waktunya bahwa harga minyak akan jatuh.
Dan ini berlaku dalam semua industry.
Kalau anda di dunia photography anda harus ya sudah mengamati bahwa jumlah photo yang dicetak makin lama makin turun.
Kalau anda di banking industry, mestinya anda mengamati bahwa jumlah pelanggan yang pergi ke branch makin sedikit, karena mereka lebih suka menggunakan ATM, digital banking atau mobile banking.
Observe what happen in your industry. Observe what happen with consumer behavior.
2) Identify what are the potential gaps.
Based on your observation, identify what are the new skills that you need to learn.
Pak Djatmiko mungkin harus mengubah bisnisnya menjadi toko pakaian jadi.
Kodak mungkin harus mengembangkan organizational capability dalam digital and software.
What are the new skills that you need to learn?
3) Learn again.
Pelajarilah hal baru tersebut. Make it become a priority.
Mungkin ada yang lebih suka olahraga berlari daripada berenang. Tapi kalau suatu saat anda tenggelam di sungai atau di pantai, anda akan bersyukur bahwa anda pernah belajar berenang.
Mungkin anda enjoy dan hobby mempelajari skills yang berhubungan dengan pekerjaan anda yang sekarang. But you never know, a new skills can save your career and your life in the future.
4) Build your network.
Again, enhance your network with people not only from your industry, but from other indistry. You will learn more information. And they can share more knowledge when you need them.
Sometimes, when you will need job, they can safe your life.
5) Consider carefuy if you want to stay in this job our change your career.
After looking at the trend and you develop your competences, you need to carefully analyze if you want to stay or you want to move with a new career.
I left Nokia during the glory time, and I got 3 job offers.
I would have more difficulty in finding new jobs if they were already in big difficulty.
I moved from Telco industry to Banking industry 3 years ago.
The timing is everything.
Dont follow Bintang where he only try to find new job when he lost his job.
Actually the best time to find a job is when you still have a job, and you perform well in that job. You will have a strong bargaining and negotiation power.
Jadi kemampuan anda membaca situasi dan mengambil keputusan yang tepat pada saat yang tepat adalah satu hal yang akan menyelamatkan karier dan hidup anda .
Remember, your strength can kill your ( or your career).
So you better have a plan B to save your career (and your life).
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
HR Head Citibank
Subscribe to:
Posts (Atom)